Selasa, 05 November 2013

Makala Implementasi Keperawatan



BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Proses keperawatan menyediakan struktur bagian praktis dengan penggunaan pengetahuan dan keterampilan yang dilakukan oleh perawat untuk mengekspresikan kebutuhan perawatan (human caring). Keperawatan digunakan secara terus-menerus ketika merencanakan dan memberikan asuhan keperawatan dengan mempertimbangkan pasien sebagai figur central dalam merencanakan asuhan dengan mengobservasi respons pasien
Pada saat implementasi perawat harus melaksanakan hasil dari rencana keperawatan yang di lihat dari diagnosa keperawatan. Di mana perawat  membantu klien dari masalah status kesehatan yang dihadapi kestatus kesehatan yang lebih baik yang menggambarkan kriteria hasil yang diharapkan.
 B. Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian Implementasi?
2.      Apa tujuan implementasi?
3.      Bagaimana Pedoman dalam Melaksanakan Implementasi Keperawatan?
4.      Ada berapa Kategori dalam Implementasi Keperawatan?
5.      Bagaimana Metode implementasi?        
6.      Bagaimana Tahap tahap tindakan keperawatan?
7.      Hal hal apa saja yang harus di dokumentasikan?
8.      Bagaimana Petunjuk Pendokumentasian Pelaksanaan (Implementasi)?
 C. Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian implementasi.
2.      Untuk mengetahui tujuan implementasi
3.      Untuk mengetahui pedoman dalam melaksanakan implentasi keperawatan
4.      Untuk mengetahui kategori dalam implementasi keperawatan
5.      Untuk mengetahui metode implementasi
6.      Untuk mengetahui tahap tahap tindakan keperawatan
7.      Untuk mengetahui hal hal apa saja yang harus di dokumentasikan
8.      Untuk mengetahui petunjuk dalam pendokumentasian implementasi
                                                             


















BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Implementasi
       Implementasi adalah pengelolaan dan perwujudan dari rencana keperawatan yang telah di susun pada tahap perencanaan. Ukuran intervensi keperawatan yang diberikan kepada klien terkait dengan dukungan, pengobatan, tindakan untuk memperbaiki kondisi, pendidikan untuk klien-keluarga, atau tindakan untuk mencegah masalah kesehatan yang muncul dikemudian hari. Untuk kesuksesan pelaksanaan implementasi keperawatan agar sesuai dengan rencana keperawatan, perawat harus mempunyai kemampuan kognitif (intelektual), kemampuan dalam hubungan interpersonal, dan keterampilan dalam melakukan tindakan. Proses pelaksanaan implementasi harus berpusat kepada kebutuhan klien, faktor-faktor lain yang mempengaruhi kebutuhan keperawatan, strategi implementasi keperawatan, dan kegiatan komunikasi.
B. Tujuan Implementasi Keperawatan
  • Melaksanakan hasil dari rencana keperawatan untuk selanjutnya di evaluasi untuk  mengetahui kondisi kesehatan pasien dalam periode yang singkat
  •  Mempertahankan daya tahan tubuh
  • Mencegah komplikasi
  • Menemukan perubahan system tubuh
  • Memberikan lingkungan yang nyaman bagi klien
  • Implementasi pesan dokter

 C. Pedoman dalam Melaksanakan Implementasi Keperawatan
Beberapa pedoman dalam pelaksanaan implementasi keperawatan adalah sebagai berikut:


a.       Berdasarkan respons klien.
b.      Berdasarkan ilmu pengetahuan, hasil penelitian keperawatan, standar pelayanan  professional, hukum dan kode etikkeperawatan.
c.       Berdasarkan penggunaan sumber-sumber yang tersedia.
d.      Sesuai dengan tanggung jawab dan tanggung gugat profesi keperawatan.
e.       Mengerti dengan jelas pesanan-pesanan yang ada dalam rencana intervensi  keperawatan.
f.       Harus dapat menciptakan adaptasi dengan klien sebagai individu dalam upaya meningkatkan peran serta untuk merawat diri sendiri (Self Care).
g.      Menekankan pada aspek pencegahan dan upaya peningkatan status kesehatan.
h.      Dapat menjaga rasa aman, harga diri dan melindungi klien.
i.        Memberikan pendidikan, dukungan dan bantuan.               
j.        Bersifat holistik.
k.      Kerjasama dengan profesi lain.
l.        Melakukan dokumentasi

D. Kategori dalam Implementasi Keperawatan   
Menurut Craven dan Hirnle (2000) secara garis besar terdapat tiga kategori dari implementasi keperawatan, antara lain:
  1. Cognitive implementations, meliputi pengajaran/ pendidikan, menghubungkan  tingkat pengetahuan klien dengan kegiatan hidup sehari-hari, membuat strategi untuk klien dengan disfungsi komunikasi, memberikan umpan balik, mengawasi tim  keperawatan, mengawasi penampilan klien dan keluarga, serta menciptakan  lingkungan sesuai kebutuhan, dan lain lain./
  2. Interpersonal implementations, meliputi koordinasi kegiatan-kegiatan, meningkatkan pelayanan, menciptakan komunikasi terapeutik, menetapkan jadwal personal, pengungkapan perasaan, memberikan dukungan spiritual, bertindak sebagai advokasi klien, role model, dan lain lain.
  3. Technical implementations, meliputi pemberian perawatan kebersihan kulit, melakukan aktivitas rutin keperawatan, menemukan perubahan dari data dasar klien, mengorganisir respon klien yang abnormal, melakukan tindakan keperawatan mandiri, kolaborasi, dan rujukan, dan lain-lain.

E.  Metode Implementasi
1.   Membantu dalam aktifitas kehidupan sehari-sehari
          Aktifitas kehidupan sehari-hari adalah aktifitas yang biasanya dilakukan dalam  sepanjang hari normal: mencakup ambulasi, makan, berpakaian, menyikat gigi, berhias.
2. Konseling
      Konseling adalah metode implementasi yang mebantu klien menggunakan proses  pemecahan masalah untuk mengenali dan menangani stres dan yang memudahkan  hubungan interpersonal antara klien, keluarganya, dan tim perawatan kesehatan. Ini  berjtujuan untuk membantu klien menerima perubahan yang akaan terjadi yang diakibatkan stres berupa dukungan emosional, intelektual, spiritual, dan psikologis.
3. Penyuluhan
  Penyuluhan adalah metode implementasi yang digunakan untuk menyajiakn prinnsip , prosedur, dan teknik yang tepat tentang perawatn kesehatan untuk klien dan untuk  menginformasikan klien tentang status kesehatannya.
4. Memberikan asuhan keperawatan langsung.
5. Kompensasi untuk reaksi yang merugikan.
6. Teknik tepat dalam memberikan perawatan dan menyiapkan klien untuk prosedur.
7. Mencapai tujuan perawatan.
8. Mengawasi dan mengevaluasi kerja dari anggota staf lain
                




F. Tahap tahap tindakan keperawatan
     Ada 3 tahap dalam tindakan keperawatan, yaitu
1. Persiapan
   Persiapan ini meliputi kegiatan kegiatan:
a.       Review antisipasi tindakan keperawatan
b.       Menganalisis pengetahuan dan keterampilan yang di perlukan
c.       Mengetahui yang mungkin timbul
d.      Mempersiapkan peralatan yang di perlukan
e.       Mempersiapkan lingkungan yang kondusif
f.        Mengidentifikasi aspek aspek hukum dan etik
g.       Intervensi
Tindakan keperawatan di bedakan berdasarkan kewenangan dan tanggung jawab perawat secara profesional antara lain adalah
2. Independent
 Adalah suatu kegiatan yang di laksanakan oleh perawat tanpa petunjuk dan printah dari dokter atau tenaga kesehatan lainnya
Contoh tindakan independent
·         Memberikan perawatan diri
·         Mengatur posisi tidur
·         Menciptakan lingkungan yang terapeutik
·         Memberikan dorongan motivasi
·         Pemenuhan kebutuhan psiko-sosio-spiritual
·         Partisipasi dengan tenaga kesehatan lainnya dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Tipe tindakan independent keperawatan ada 4 yaitu:
3. Tindakan Diagnostik
·       Wawancara dengan klien
·       Observasidan pemeriksaan fisik
·       Melakukan pemeriksaan laboratorium sederhana,misalnya HB dan membaca hasil dari pemeriksaan laboratorium tersebut.

4. Tindakan terapeutik
   Tindakan untuk mencegah,mengurangi, dan mengatasi masalah klien. Misalnya:
   Untuk mencegah gangguan integritas kulit dengan melakukan mobilisasi dan memberikan bantal air pada bagian tubuh yang tertekan.
5. Tindakan Edukatif
   Tindakan ini untuk merubah perilaku klien melalui promosi kesehatan dan pendidikan kesehatan kepada klien.
Misalnya:
Perawat mengajarkan kepada klien cara injeksi insulin.
a. Tindakan Merujuk
   Tindakan kerja sama dengan tim kesehatan lainnya.
b. Interdependent
    Yaitu suatu kegiatan yang memerlukan suatu kerja sama dengan tenaga kesehatan lainnya misalnya tenaga soaial, ahli gizi, fisioterapi dan dokter.
   Misalnya:
              Pemberian obat obatan sesuai dengan intruksi dokter .
    Jadi jenis, dosis dan efek samping menjadi tanggung jawab dokter, tetapi pemberian obat sampai atau tidak menjadi tanggung jawab perawat.
c.Dependent
    Tindakan keperawatan atas dasar rujukan dari profesi lain. seperti ahli gizi, physiotherapies, psikolog dan sebagainya.
Misalnya:
    Pemberian nutrisi pada klien sesuai dengan diit yang telah dibuat oleh ahli gizi, latihan fisik (mobilisasi fisik) sesuai dengan anjuran dari bagian fisioterapi.
d. Dokumentasi
   Pelaksanaan tindakan keperawatan harus di ikuti oleh pencatatan yang lengkap dan akurat  terhadap suatu kejadian dalam proses keperawatan.
G. Hal hal yang harus di dokumentasikani:
     Hal-hal yang perlu didokumentasikan pada tahap implementasi:
1.    Mencatat waktu dan tanggal pelaksanaan.
2.    Mencatat diagnosa keperawatan nomor berapa yang dilakukan intervensi tersebut
3.    Mencatat semua jenis intervensi keperawatan termasuk
a.     Contoh : Mengornpres luka dengan betadin 5 %
b.    Flasil : luka tampak bersih, pus tidak ada, tidak berbau
4.    Berikan tanda tangan dan nama jelas perawat satu tim kesehatan yang telah melakukan  intervensi.

H. Petunjuk Pendokumentasian Pelaksanaan (Implementasi)
1.      Gunakan ballpoint tertulis jelas, tulis dengan huruf cetak bila tulisan tidak jelas. Bila salah tidak boleh di tipp ex tetapi dicoret saja, dan ditulis kembali diatas atau  disamping.
2.      Jangan lupa selalu menuliskan waktu, jam pelaksanaan
3.      Jangan  membiarkan baris kosong, tetapi buatlah garis kesamping untuk mengisi tempat yang tidak digunakan
4.      Dokumentasikan sesegera mungkin setelah tindakan dilaksanakan guna menghin dari kealpaan (lupa)
5.      Gunakan kata kerja aktif, untuk menjelaskan apa yang dikerjakon.
6.      Dokumentasikan bagaimana respon pasien terhadap tindakan yang dilakukan
7.      Dokumentesikan aspekkeamanan, kenyamanan dan pengawasan infeksi terhadap klien. Juga tindakan-tindakan invasive harus dicatat.
8.      Dokumentasikan pula modifikasi lingkungan bila itu merupakan bagian dari tindakan keperawatan.
9.      Dokumentasikan.persetujuan keluarga untuk prosedur khusus dan tindakan invasif  yang mempunyai resiko tambahan.
10.  Dokumentasikan semua informasi yang diberikan dan pendidikan kesehatan yang diberikan.
11.  Dokumentasikan dengan jelas, lengkap, bukan berarti semua kalimat harus ditulis,tetapi kata‑kata kunci dan simbol­-simbol / lambang-lambang sudah baku/lazim dapat digunakan.
12.  Spesifik hindarkan penggunaan kata yang tidak jelas,bila perlu tuliskan ungkapan klien untuk memperjelas maksud.­









BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
      Dokumentasi yang baik mencerminkan tidak hanya kualitas perawatan tetapi juga membuktikan pertanggunggugatan setiap anggota tim perawatan dalam memberikan perawatan. Perawat mendokumentasikannya perlu ditekankan pada penulisannya, untuk menghindari salah persepsi dan kejelasan dalam menyusun tindakan perawatan lebih lanjut.

B. Saran
Seluruh perawat agar meningkatkan pemahamannya terhadap berbagai cara pendokumentasian keperawatan sehingga dapat dikembangkan dalam tatanan layanan keperawatan. Diharapkan agar perawat bisa menindaklanjuti pendokumentasian tersebut melalui kegiatan asuhan keperawatan sebagai dasar untuk pengembangan kedisiplinan di Lingkungan Rumah Sakit dalam ruang lingkup keperawatan















DAFTAR PUSTAKA

Isti handayaningsih, dokumentasi keperawatan (panduan, konsep dan aplikasi), mitra cendikia press, yogyakarta, 2009.
Setiadi, Konsep dan penulisan dokumentasi asuhan keperawatan(teori dan praktik), graha ilmu, yogyakarta, 2012.
Bulechek, G.M., Butcher,H.K., Dochherman,J.M.,2008. Nursing Intertvention Classification (NIC) ; 5th edition. Mosby Elsevier
Perry, Potter.2010.Fundamental keperawatan buku 1 edisi 7.Jakarta:Salemba Medika
Potter-Perry. 2011. Basic Nursing. 7th edition. Mosby Elsevier
Purwanto. Edi. 2011. Implementasi dan Evaluasi Keperawatan.